Saturday, August 6, 2016

Desa dari sudut pandang berbeda

Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata desa?
Apakah terbayang hamparan sawah yang hijau, banyak pohon rindang, sungai-sungai kecil yang mengalir, penduduk yang ramah..,gotong royong, tepo sliro dan sebagainya?

Itulah gambaran desa dari luar, ada bagian-bagian kehidupan desa yang tidak tampak kecuali oleh masyarakat desa itu sendiri..

1. Masyarakat desa itu...manis di muka
(Ah tapi masyarakat mana sih yang nggak manis di muka, kayaknya semua kaya gini ya, haha)
Saya pernah tinggal di lingkungan perumahan kota, juga di perkampungan pinggir kali dan tentunya di desa..
Dan hampir semua sama..
Manis manis di muka, tapi pahit dibelakang 😄

2. Desa itu Hororr...
Terlepas dari benar tidaknya, tapi di desa sering terderngar gosip2 menyeramkan...,coba tanya petua di desa kalian,pasti punya cerita mistis juga to?

3. Rawan kemalingan..
Ini tidak terjadi di semua desa sih..cuma ada desa tetangga yang emang jadi langganan maling, kadang sampe digebukin warga..
(Ini sih di kampung-kampung di kota yang gak pake satpam juga sering sih malah lebih ngeri ada begal-begal segala)

4. Banyak hal yang harus di filter..
Ini sih menurut pengalaman saya, ketika kalian memutuskan tinggal di desa/perkampungan kumuh/kampung penuh sesak macam di surabaya gitu..siapkan lah filter yang banyaakk...(apalagi kalau di kampung kota)
Apa aja yang harus di filter?
-.kosa kata,, beberapa orang di desa/kampung atau dimanapun yang kampungan memang menggunakan bahasa yang kadang tidak semestinya diucapkan.
-. Berita negatif, sering banget gak sih di desa denger kabar si A ternyata hamil di luar nikah, (di kampung malah tiba2 udah hamil, tiba2 nikah siri..banyak nggak malunya sih di kampung kota besar itu)
Mungkin di mana2 juga ada masyarakat kelas rendahan yang nggak beriman dan gak ngerti norma jadi seperti itu.. Tapi kalau di desa/kampung gaungnya kemana2.. Dan itu kudu di filter sama telinga generasi bangsa baik2 macam kita dan keturunan kita hahahah
-. Penyakit masyarakat
Dimanapun tempatnya kalau ada penyakit masyarakat pengennya kudu diberantas sampe akar2nya, wkwkkw banyakan penyakit masyarakat macam main wanita,judi dll itu ada di perkampungan kumuh di kota,deretan kontrakan2 murah..,lokasi yg dekat dengan pekerja bangunan,sopir muatan antar kota dll..
Tempat yang "Warning!!" Yg dr kejauahan sudah macam api menyala yang kudu banget kita jauhi..
Ternyata penyakit masyarakat juga ada di desa..
Waduuhh... Di beberapa desa tradisi "judi di rumah orang yang punya gawe (hajatan) adalah hal yg wajar"
Cuma mereka melakukannya malam sampai dini hari..jadi bisa lah terhindar dari pandangan mata anak2..
Tapi tetep aja not gud..
Belom lagi tradisi sambung ayam..meskipun tanpa taruhan tapi apakah baik melihat ayam imut tak berdosa bertarung dan dijadikan hiburan?
Dimana letak animal welfare nya 😢
5. Banyak Iri
Dulu saya kira rasa iri hanya milik masyarakat di perkotaan yang rumahnya berhimpit2an, atau perumahan yang saling bersaing merenovasi rumah mereka...
Saya kira mereka yg tinggal di kota bekerja keras sampai lupa waktu hanya karena persaingan..
Ternyata Iri itu juga ada di pedesaan..
Bahkan sering ngomongin orang di belakang, mereka juga tak kenal lelah mencari sesuap nasi..berlomba pula membaguskan tempat tinggal...
Hemmhh bahkan ada yg main dukun dukun..agak serem kann
6. Akses kemana mana jauhh...
Mereka bilang hidup di desa itu tentram..duduk2 menghirup udara segar...
Tapi rasa rasanya di perumahan kota yg halaman rumahnya ditanami bunga juga bisa menikmati ketenangan...
Tanpa terganggu bau menyengat kotoran sapi..
Dan kemana2 tidak jauh...
7. Masyarakatnya kurang pengetahuan..
Ini nggak enaknya tinggal di desa.., mau ngasih tau tar dikira sok tau..hehe mau pakai jilbab di luar rumah tar dikira aliran keras...

Hehhe itu kurang lebihnyaa...
Sebenarnya dimanapun kita tinggal asalkan saling toleransi dan menghargai insya Allah tercipta kenyamanan...
Kalau pepatah bilang pagar mangkok lebih kuat dari pagar besi..
Artinya kalau baik sama trying GA saling memberikan makanan itu lebih aman daripada berpagar besi tapi acuh sama tetangga..
Dalam riwayat Hadist juga disebutkan hak dan kewajiban dalam bertetangga..seperti dilarang meninggikan bangunan rumah yg menghalangi pandangan tetangga..juga tidak boleh memasak hingga baunya tercium tetangga kecuali kita membaginyaa...

Semoga kita bisa selalu berada dalam lingkungan yang nyaman..yg positiv..dan tercipta masyarakat madani..
Amiiinn

No comments:

Post a Comment